Pages

Jumat, 21 Agustus 2015

kamu dan masa lalu

Musim telah berlalu dan tahunpun telah berganti, tapi sosokmu dihatiku tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Entah membutuhkan waktu berapa lama lagi hanya membuatku lupa akan sosokmu. Padahal sosokmu kini telah berbahagia dengan seseorang yang kamu cintai dan mencintai kamu juga.

Kamu tau, aku hancur ketika aku tau kamu telah mendapatkan penggantiku. Padahal aku belum mendapatkan penggantimu. Secepatkah itu kamu melupakanku? Begitu banyak pertanyaan yang muncul didalam otakku.

Apa dulu saat kamu bersamaku kau bahagia? Apa dulu kau mencintaiku seperti aku mencintaimu? Apa dulu kau begitu kuatir saat aku tak ada disampingmu? Atau bahkan apa kamu peduli saat waktu itu tiba-tiba hilang dari hari-harimu?

Seolah pertanyaan itu tak mendapatkan jawaban, hanya bisu dan suara angin ketika aku mempertanyakan pertanyaan itu. Hanya rumput yang selalu bergoyang mendengarkan semua keluh kesahku tentang kamu. hanya bintang yang setia menemani sang malam dan tak bosan memperlihatkan keindahannya dan menjadi penghias malam hari.

Aku hanya bisa berharap dan berdoa suatu saat nanti kamu tau dan merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku hanya manusia yang hanya berharap. Harapan yang konyol, seperti nobita yang mempunyai sahabat doraemon yang mempunyai alat-alat canggih yang bisa mengabulkan semua kemauannya nobita dan berharap semua itu akan hadir didunia nyata bukan cuma dunia kartun saja.

Cinta ini hanya bisa dipendam tanpa ada yang tau bagaimana susahnya aku mencintaimu. Kamu yang selalu hadir dengan senyumnya yang merekah, selalu menyapa dalam diam dan tersenyum secara perlahan. Kamu hadir dibayang-bayanng dan aku hanya bisa menerka-nerka apa itu benar sosok kamu? Kamu yang tak nyata hanya siluet hitam yang datang seperti angin yang berhembus. Aku merasakan kehadirannya namun tak bisa melihat dan memegangnya walau hanya sesaat.

tapi aku bahagia bisa mencintaimu dengan sederhana. dengan diam dan dengan kesederhanan yang aku punya. aku bangga bisa memilikimu walau hanya sesaat. tuhan telah berbaik hati telah memberikanku kesempatan ini. aku tak pernah mau menyia-nyiakan kesempatan Tuhan yang telah aku berikan padaku.

Terima kasih telah menjadi penyemangatku, terima kasih telah sudi mampir dikehidupanku yang kelam ini, terima kasih atas semua kasih sayang dan cinta yang telah kau berikan padaku dan terima kasih atas kenang-kenangan yang telah kau beri. Ijikan aku untuk menyimpan semua itu, biarkan aku menyimpan semua itu sendiri dan mengenang untukku sendiri.

Dan aku hanya bisa menyimpan sosokmu dikotak masa laluku. Aku hanya ingin menyimpan dikotak tanpa mau membukanya kembali aku hanya ingin mengintip tanpa mau membuka semua kenangan itu. Mengintip agar aku bisa belajar dari kesalahan masa lalu bersamamu agar aku tak terluka dan jatuh lebih dalam lagi.

Kamis, 20 Agustus 2015

akhir sebuah kisah

Hai kamu apa kabar? Kamu dimana sekarang? Sedang apa? Itu pertanyaan yg ada didalam otakku sekarang. Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang tak pernah bisa aku ungkapkan. Kamu seolah menghilang tanpa jejak, kamu berubah menjadi sosok yg tak aku kenal, kamu berubah drastis dari pertama kamu mendekatiku

Dulu kamu begitu hangat, tatapan kamu penuh dengan cinta dan kasih sayang. Senyum dan tawamu begitu tulus yang kamu berikan untukku. Candamu yang menjadi candu untukku yang selalu ingin aku lakukan ketika bersamamu. Pelukan hangatmu yang selalu aku rindukan yang seolah-olah menjadi obat dan bisa membuatku tenang. Aroma tubuhmu yang menjadi aroma terapi untukku dan selalu membuat ketagihan untuk selalu ku hirup, aroma tubuhmu bagaikan oksigen ketika udara disekitarku mulai menipis

Jujur aku baru kali ini merasakan cinta yang berbeda ketika berada disampingmu. Kau membuatku bisa menjadi diriku sendiri dan menjadi nyaman ketika bersamamu. Kamu bisa merubah duniaku yang semula abu-abu menjadi penuh warna.

Banyak sekali mimpi yang ingin kita ciptakan dimasa depan, banyak rencana yang kita rencakan tapi semua hilang seketika seperti abu arang yang ditiup. bbuuurrrr hilang seketika entah terbang kemana. Membaur dengan udara disana dan hilang tak berbekas.

Apa kamu tau rasakan jadi posisiku sekarang? Apa kamu pernah menjadi seseorang yang kehilangan tonggaknya, yang tak tahu harus melangkah kemana?

Bingung, itu satu kata yang terlintas dalam benakku sekarang. Galau dan bimbang yang menjadi pilihanku sekarang. Kamu seolah-olah memberiku pilihan. Pilihan yang sebenernya tak ingin aku pilih.

Pilihan pertama aku bertahan denganmu sekarang tapi tanpa kejelasan sama sekali dan hanya bisa menunggu sampai saatnya kamu muncul kembali kepermukaan, atau pilihan kedua aku pergi dari hidupmu dengan membawa berjuta pertanyaan yang tak pernah aku dapatkan jawabannya karena kamu tak pernah memberiku celah untuk bisa mengajukan semua pertanyaanku itu.

Aku benci dengan semua pilihanmu itu, pilihanmu itu tak pernah bisa membuatku tenang akhir-akhir ini. Kamu sudah sebulan lebih tak ada kabar. kamu tak bisa aku temui. Bahkan pertemuan terakhir kita itu seolah-olah kamu menjadi wujud oarang alin yang tak pernah aku inginkan entah alasan dan argument apa yang kamu gunakan sampai kamu menjadi seperti ini.

Sebelum kita lost contact ini kita sempet berhubungan seperti minum obat sehrai 3x itupun hanya bertanya kabar, kamu dimana dan segala pesan yang cuma aku bisa curahkan tanpa berkurang sedikitpun rasa sayang dan cinta aku ke kamu.

Pada akhirnya aku bingung sendiri dan minta ketemuan sama kamu, karena baru pertama kali kamu bersikap seperti ini, dan kamupun menyanggupi pertemuan itu karena kamu tak sibuk pada saat itu dan kebetulan kamu juga sedang mengerjakan project dikantor kamu yang baru.

" kamu kenapa sih ngking? Kamu baik-baik aja kan? kok kamu kaya gini ditelp sekarang jarang ngangkat di bbm balesnya lama hhuuffttt aku kuatir tau nging" aku bertanya dengan muka yang penuh dengan tanda tanya dan dicampur dengan rasa kuatir.

"Aku ngga apa-apa mbul, aku berubah? Emang aku power ranger yang bisa berubah sewaktu-waktu, aku ga pernah berubah aku hanya jenuh dan capek aja, just it" Kamu menjawab tanpa melihat kemukaku dan fokus dengan laptopmu. seolah-olah laptopmu itu jauh lebih menarik daripada menatap mukaku.

"jenuh? capek?" aku mengulang kata-kata dia dan seolah-olah itu menjadi pertanyaanku

"iya" jawabmu singkat

"kamu jenuh dengan apa? jenuh denganku? atau yang lain? kamu capek? capek karena sikapku yang selalu bawel dan menuntut kamu seperti ini seperti itu atau kamu capek menjadi seseorang yang berada disampingku? atau capek karena hal lain?" tiba-tiba aku berubah menjadi wanita yang suka dengan hal drama. Jujur itu hanya luapan pertanyaan yang ada diotakku saat itu dan tiba-tiba saja terucap tanpa bisa terkontrol.

"Kamu itu ngomong apa sih? Aku ngga papa mbul, kamu ngaga usah jadi drama queen gitu dong, aku cuma jenuh dan capek karena kerjaan aku aja. Kamu itu ya pikirannya yang ngga-ngga. Kamu kan tau aku mau resign dan pindah kekantor baru, nah yang ditempat kerjaan lama aku harus nyelesaiin kerjaan aku dulu yang udah aku rancang selama sebulan. Solanya juga banyak user yang harus ditangani sama aku sendiri, belum lagi kalo ada user yang complaint gara-gara sistemnya down dan aku harus kesana, kamu kan tau kerjaan aku disana kaya apa. Dan ditempat yang baru aku dituntut untuk bikin apa aja yang harus diperbaiki disana jadi aku bikin SAPnya. Dan itu cukup menguras tenaga dan pikiran aku. Jadi jangan pikir yang macem-macem ya mbul" dia menatapku secara intens dalam dan lama seolah-olah ingin menunjukan semuanya kejujuran yang dia ucapkan.

Aku cuma bisa diam dan menatap semua yang dia lakukan hari ini. Tapi entah kenapa jawaban kamu itu tak membuat aku tenang, karena pada akhirnya hubungan kitalah yang menjadi korbannya.

Kamu lebih memilih mundur daripada tetap disampingku dan berjuang maju bersamaku, bersama hubungan kita. Kamu pergi dari hidupku dengan membawa pergi cintaku. 

Asal kamu tahu saat kamu pergi, saat itu pula separuh jiwaku pergi

Selasa, 12 Mei 2015

prolog

Langitpun berduka seolah dia tau bagaimana perasaan orang-orang yang ditinggalkannya. Air hujan mengalir dengan derasnya dari langit begitu pula air mata ini yang tak berhenti mengalir dari mata ini. Bahkan air mata ini sudah mengucur dari seminggu lalu ketika kejadian mengerikan itu merenggutmu dari orang-orang yg menyayangimu.

Kalau boleh jujur aku belum siap kehilangan kamu untuk selama-lamanya bahkan kali ini aku benar-benar kehilanganmu, aku tak tahu harus cara apalagi yang aku gunakan agar aku bisa bangkit lagi, luka yang dulu kamu tinggalkan saja belum kering benar dan kini sudah kamu berikan luka lagi, bahkan luka ini kamu beri tetesan air cuka. perihnya sampai ke akar-akarnya.

Tuhan kenapa engkau merenggutnya dari kami? Kenapa tak kau izinkan aku bersamanya, bahkan kesempatan dulu yang kau berikan kurang untukku atau itu sebuah pertanda kalau sebenernya dia akan meninggalkanku? Lalu aku harus bersikap seperti apa lagi Tuhan untuk menghadapi semua ini? Kehilangan dia seperti sebagian dari hati dan jiwakuhilang dibawa dia dibawah batu nisan yang tertulis jelas namanya "Nufis Nugraha Admaja bin Surya Nugraha Admaja"

Senin, 02 Maret 2015

sosok dia

Mau sampai kapan aku begini, yang terus menerus mengharapkanmu, mengharapkan hanya bisa melihatmu walau hanya sekilas dan bisa bertemu dalam mimpi itu saja sudah membuatku tenang dan bahagia. Tapi kalau dipikir2 buat apa aku mengharapkan sosok yang pernah hadir dimasa laluku? karena itu akan membuat sia2 belaka dan membuang2 waktu, masa lalu yang seharusnya sudah masuk daalm kotak dan disimpan rapi ditempat yang seharusnya dia berada. yang seharusnya kotak itu tidak dapat untuk dibuka secara lebar, hanya boleh diintip tanpa perlu kembali membukanya

Tapi apa daya hati dan pikiran tak pernah sinkron, hati yang terus bilang selalu ingin melihat dan berada disampingnya selalu setiap waktu dan bisa mengukir kenangan2 indah, manis pahit bersama sedangkan logikaku berkata sebaliknya yang mengatakan kalau sosoknya seharusnya tidak berada didalam hidupku entah dimasa lalu maupun untuk dimasa sekarang bahkan untuk dimasa depan.

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Berusaha untuk move on dari titik menyakitkan ini? Apa aku bisa untuk melakukan hal itu? Apa dayaku kuat untuk melangkahkan kaki walau hanya sejengkal? Sedangkan hari-hariku saja selalu dihadapkan dengan bayangan masa lalu yang tiba-tiba muncul setiap aku melakukan hal yang pernah aku lakukan dulu bersama dia. kenangan itu bukan mengingatkanku kepada sosoknya melainkan dengan hal-hal yang pernah kita lakukan dulu.

Aku takut untuk melangkah bukan karena aku tak mau melangkah tapi aku takut akan terjatuh kembali dan membuatku semakin terpuruk. hal ini aja telah membuat aku terpuruk apa lagi ditambah jika aku terluka dan terjatuh kembali. luka ini pasti akan sembuh tapi tidak ada hilang dan pasti berbekas walau noda itu telah berpudar. Aku belum siap untuk semua ini karena aku terlalu takut. bahkan luka ini membuatku tak mepunyai daya untuk maju.

Jujur banyak sosok yang ingin membantuku untuk melangkah kedepan, tapi ketakutan itu selalu muncul ketika aku mulai membuka diri dan mencoba untuk berdiri, pada akhirnya aku hanya bisa diam ditempat. mencoba untuk menetralkan semuanya

Mau sampai kapan aku begini? walau dia hanya datang sekilas secepat angin berhembus dimalam hari tapi sosok itu akan abadi dihati. seperti kilat yang memunculkan sinarnya. hanya sekilas tapi bikin suara yg bergemuruh.

Dia sosok yang membuatku jatuh cinta, dari awal aku melangkahkan kaki dikampus ini aku sudah jatuh cinta dengan segala pesona yang dia miliki. aku jatuh cinta pada pandangan pertama, aku jatuh cinta dengan sosoknya yg tenang tapi menghanyutkan, sosoknya yang menentramkan sekaligus bisa menggoyahkan, sosoknya yang meneduhkan sekaligus membuatku panas.

Dia yang bisa merubahku menjadi lebih baik, menjadi lebih hidup, semangat untuk menjalani hari-hariku dibangku perkuliahan. walau aku tidak sekelas dengan dia tapi sosok itu selalu muncul disaat aku menginginkannya

Aku hanya bisa menatap punggungnya ketika dia mulai pergi, tanpa kata tanpa suara tanpa pesan seperti pelangi yang datang setelah hujan badai selesai menghancurkan semuanya. lalu ketika matahari sudah mulai menampakkan sinarnya maka pelangi itupun akan hilang. hanya sesaat indahnya tapi akan selalu dinanti kehadirannya karena kehadirannya membuat semua orang terkagum2 bahkan bisa membuat orang berhenti sejenak dari rutinitasnya hanya untuk melihat dan menikmati pelangi itu.

Senin, 23 Februari 2015

Cara sederhana untuk bahagia


Selasa, 18 November 2014

kenaikan bbm

Bukan masalah bbm naik cuma 2rb, tapi efek yg ditimbulkan gara2 uang 2rb itu seperti apa
Semua barang kebutuhan sehari2 naik, banyak orang yg ga bisa beli bahan pokok dan akhirnya mereka akan semakin terpuruk
Mereka nekat untuk mencuri, merampok, bahkan yg mati gara2 kelaparanpun ada
Pemerintah tidak melihat apa yg akan timbul pada akhirnya, apa yg mereka canangkan seperti kartu sehat dll itu akan efektif? Apa itu menjamin dana akan utuh sampe ditangan yg tepat? Atau malah bisa jadi ladang korupsi baru?
Katany pro rakyat kecil? Tapi apa realisasiny? Kontra rakyat
Daripada buat bikin kartu sehat mending danany itu buat sejahtera petani, mereka dididik dibekali ilmu yg cukup agar hasilny pertanian menjadi jauh lebih baik dan bisa bersaing dg produk import, buat subsidi bibit, pupuk dan kesejahteraan petani
Buat subsidi nelayan agar mereka semangat untuk mencari ikan dan hasilny bisa sampe diekspor
Pajak mobil dan motor dinaikan agar tidak makin banyak mobil dan motor sehingga menghemat bahan bakar, pemerintah enak tidak mikir semua efeknya karena semua kebutuhanny disuplai dari anggaran negara nah bagaimana nasib orang2 miskin?
Lebih baik memperbaiki sdm org indonesia supaya bisa mengeksplor kekayaan dinegeri sendiri bukan menjadi budak dinegeri sendiri akhirnya kekayaan kita diambil para negara luar dan kita menikmati hasil dari mereka bukan hasil dari kita

Rabu, 22 Oktober 2014

jenuh



Mungkin saya lelah, itu yang selalu dikatakan jika kamu mempunyai masalah atau sedang berada ditik yang namanya kejenuhan.jenuh akan rutinitas yg monoton, jenuh dengan pekerjaan, jenuh akan suasana jalan. Lelah dengan permasalahan yang ada. Kadang kala kita lelah dengan semua itu. Kadang juga bosan menjalani semua rutinitas itu. Tapi ini hidup lelah tidak lelah, jenuh tidak jenuh tapi semua itu harus berjalan.
Jika semua itu datang kepadaku maka aku akan bilang hai lelah yang besar aku mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dari lelahku. Dan pergilah jauh-jauh dariku karena semua lelahmu percuma datang kepadaku karena semua itu akan percuma tidak akan pernah mengganggu kekuatanku.
          kadang orang-orang bilang aku jenuh dengan suasana kerjaan yang itu-itu saja, saya bosan dengan ini itu bla bla bla, tapi tidak sadarkah kalian masing banyak yang belum bekerja dan ingin bekerja seperti kalian tapi mereka tidak mengeluh, ssooo jangan pernah mengeluh dan nikmati semuanya ini sebuah proses yang harus dilewati setiap langkah-langkahnya.
Percuma juga kita mengeluh, tak ada gunanya masalah itu tetap datang, masalah itu akan tetap kita jalani, masalah itu harus kita hadapi. Karena Tuhan membenci orang-orang yang selalu mengeluh. Tuhan menciptakan masalah agar umatnya selalu bertaqwa kepadaNya bukannya malah menyalahkan Tuhan. Selalu menghujat, dan selalu mengeluh.
Mereka selalu berkata “Hai Tuhan aku jenuh, aku capek, aku lelah, dengan masalah yang ada aku tidak kuat dengan semua ini” dan kata Tuhan “Aku menciptakan masalah supaya kalian bertambah taqwa kepadaku, aku tak akan mengujimu diluar batas kemampuanmu, aku memberimu masalah aku juga memberimu solusi untuk memecahkan masalah itu, tergantung kamu menyikapi semua itu dan mencari jawaban akan masalahmu itu”.
 

Blogger news

Blogroll

About